Tampilkan postingan dengan label Ekonomi Makro. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ekonomi Makro. Tampilkan semua postingan
Minggu, 21 Oktober 2012
Uang Dan Perannya Dalam Perekonomian
Uang merupakan dasar pertukaran barang dan jasa. Bisa dikatakan bahwa kemampuan untuk berbelanja dibatasi oleh jumlah uang yang dapat dikeluarkan oleh para pembeli potensial.
Sebelum ada uang, untuk keperluan belanja barang keperluan dilakukan secara barter. Namun semakin kompleksnya kebutuhan manusia maka sistem barter mulai sulit dilakukan dan tidak mampu mengkaver seluruh sistem pertukaran barang apalagi jasa.
Dari kesulitan barter tersebut maka mulailah digunakan uang kertas maupun logam yang biasanya dikeluarkan oleh Bank Sentral negara setempat, seperti BI untuk Indonesia. Uang yang digunakan ini nilai nominalnya lebih tinggi daripada nilai intrinsiknya. Uang yang beredar dimasyarakat ini disebut uang kartal (currency). Dalam perkembanganya uang kartal memiliki keterbatasan penggunaanya sehingga dibuatlah jenis uang lain yakni uang Giral (demand deposit), berupa cek yang dikeluarkan oleh bank umum. Dikenal juga sebutan uang kuasi (quasi money) karena uang tersebut tidak langsung bisa digunakan sebagai alat tukar, yakni tabungan dan deposito.
Penggunaan uang bisa didefinisikan sebagai alat tukar dan alat penyebut yang sama untuk menyatakan harga atau hutang. Di Indonesia bentuk uang terdiri dari uang logam, uang kertas dan uang giral yang ketiganya merupakan Jumlah Uang Beredar (M) yang sering kita singkat menjadi JUB atau merupakan supply uang di luar bank, yang merupakan alat untuk memperoleh output.
Senin, 01 Oktober 2012
Kebijakan Moneter Dan Kebijakan Fiskal
Langkah yang dapat dilakukan oleh pemerintah dalam kondisi resesi perekonomian:
KEBIJAKAN
MONETER
Adalah kebijakan yang dilakukan oleh
otoritas moneter (Bank Sentral) untuk mempengaruhi kegiatan ekonomi melalui
pengawasan jumlah uang beredar atau suku bunga atau kombinasi keduanya.
Dari segi kebijakan moneter, dalam kondisi
resesi perekonomian pemerintah dapat mengambil langkah-langkah sebagai berikut:
1. Operasi pasar terbuka
2.
Mengubah suku bunga dan tingkat diskonto
3.
Mengubah
cadangan minimal
1.
OPERASI
PASAR TERBUKA
1.1. Dalam Kondisi Under Employment :
Kondisi resesi / kelesuan ekonomi /
under-employment adalah keadaan perekonomian dimana banyak pengangguran karena
faktor produksi dan menurunnya permintaan masyarakat terhadap barang dan jasa.
Agar kegiatan perekonomian dapat meningkat,
maka bank sentral perlu menaikkan jumlah uang beredar melalui pembelian
surat-surat berharga dari bank – bank umum dan masyarakat.
Jika jumlah uang beredar bertambah banyak,
maka permintaan masyarakat terhadap barang dan jasa juga ikut naik dan
selanjutnya akan mendorong kegiatan produksi dalam perekonomian terjadi
kenaikan penyerapan tenaga kerja dan kenaikan.
Langganan:
Postingan (Atom)